Ditemani segelas es sirup melon malam ini aku mencoba mengenang tentang kampungku yang seminggu lalu aku tinggalkan.Suasana kampung masih terasa dan seakan memintaku berkata dalam hati seharusnya kemarin bisa tinggal lebih lama lagi.Tapi ada lebih penting daripada sebuah keinginan yaitu sebuah profesionalisme.
Anda mungkin pernah melihat tayangan di TV swasta ,sebuah kampung dengan mata pencaharian penduduknya adalah sebagai peternak lele.Desa itu adalah Tegalrejo dengan kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Dikarenakan komoditas ikan lele yang banyak,yang memasok ke kota besar Semarang,Jogja bahkan sampai ke Jakarta,maka desa itu dikenal sebagai Kampoeng Lele.
Sejarah dari Kampunglele yaitu dahulu kala sekitar tahun 1995 ada sekumpulan pemuda yang iseng beternak ikan lele di sebuah kolam kosong,tetapi karena terbatasnya dana maka mereka tidak melanjutkan usaha meraka. Pada saat itu juga ada warga lain yang cukup berada mencoba beternak lele dengan kapasitas yang lebih besar.
lambat laun usaha orang itu semakin berkembang dan warga yang lain pun serta merta mengubah lahan sawah mereka menjadi kolam dan beternak lele.
Setelah beberapa tahun berjalan,dan semakin banyak warga yang mempunyai usaha ternak lele (sekitar 75 %) maka ,kepala desa berinisiatif mengajukan proposal untuk pinjaman dana,dimana pinjaman dana ini ditujukan untuk orang yang kurang mampu,meskipun akhirnya dana tersebut hanaya jatuh ke tangan orang yang mampu,yang tidak mampu cuma bisa gigit jari.
Dan saat itu juga Bupati melakukan kunjungan dengan departemen perikanan dan akhirnya disetujui pinjaman tersebut.Tetapi dari pihak pemerintahan tersebut meminta kepada warga agar warga tidak hanya bisa menjual lele dalam kondisi konsumsi tetapi juga dalam bentuk olahan.Mereka diajarkan membuat berbagai macam olahan produk makanan berbahan lele,mulai dari keripik lele,rambak lele,abon lele,nugget lele bahkan ada juga bakso lele.Sebagai info kampung ini bisa menghasilkan 10 ton ikan lele perharinya dan juga menghasilkan ikan gurami meskipun kapasitasnya tak sebesar ikan lele.
Setelah kunjugan dari pregawai pemerintahan,puncaknya pada tangga 20 Februari 2007 ada kunjungan dari Presiden SBY ke desaku (sumber:http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/02/20/1581.html) .Tujuan kedatangan Presiden adalah meresmikan Kampoeng Lele dan melihat secara langsung bantuan yang telah diserahkan oleh pemerintah.Bersamaan dengan itu,orang nomor satu di Indonesia tersebut juga memberikan bantuan untuk pengeboran sumur artesis (nah ini yang bikin betah di rumah,airnya sangat jernih dan dingin) dan juga pembuatan pabrik untuk usaha olahan produk dari bahan ikan lele.Dan setelah kunjungan presiden,sampai saat ini banyak kunjungan dari sekolahan atau lembaga pendidikan yang berdatangan ke desa ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar