Ingatkah anda selama di Sekolah Dasar kita sudah dicekoki dengan pelajaran kewarganegaraan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia mempunyai wakil rakyat yaitu DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Nah ternyata setelah dipelajari secara mendalam ternyata kepanjangan yang sebenarnya adalah Dewan Penipu Rakyat.
Penyebab dari perpindahan arti dari perwakilan rakyat menjadi penipu rakyat tak lain adalah bentuk dari gedung yang mereka huni. Sadarkah anda bahwa bentuk gedung DPR sangat jorok,coba anda lihat secara teliti,ternyata bentuk gedung tersebut berupa BELAHAN PANTAT. Dari luarnya saja sudah seperti itu,gak bisa dibayangkan apa isi di dalamnya.
Tak ayal bahwa penghuni di dalam gedung tersebut kebanyakan berisi orang yang berakhlak,bermental dan bermoral seperti isi dari belahan pantat. Bahkan dari berita di sumber yang ada, katanya mulutnya anggota DPR itu mencla mencle, bisa diibaratkan dubur ayam,gak jauh dari pantat juga kan???hehehehe. Meskipun ada juga yang masih mempunyai jiwa sebagai wakil rakyat yang sebenarnya (salut dech buat bapak-ibu yang masih punya jiwa ini).
Salah satu cara untuk mengembalikan arti DPR menjadi sebuah wakil rakyat yang benar-benar mewakili rakyatnya adalah dengan mengganti bentuk gedung, dan memindahkan letaknya. Kita bisa belajar dari desain palm di Dubai yaitu Jabal Ali Palm atau Palm Jumeirah. Setidaknya palm sendiri mempunyai filosofi sebagai pohon mampu melindungi dan menyejukkaan orang yang ingin berlindung pada pohon tersebut. Secara geografis dari design palm yang ada rata-rata di pinggir laut,setidaknya kalo ada gempa, yang di sekitar lautlah yang akan menjadi korban pertama kali,kalo ada korupsi tinggal melempar ke laut, sebagai makanan hiu atau ubur-ubur. Dengan begitu maka mereka akan jera dan benar - benar akan menjadi wakil ataupun pemimpin yang dikehendaki oleh rakyat,pimpinan yang mengemban amanah rakyat,pimpinan yang BERANI MATI untuk RAKYAT.

Djokovic, kirain jokowi
BalasHapus