Happy weekend !
Selepas lembur,aku nyalain komputer dan berselancar di dunia maya,tanpa sengaja ada keiniginan untuk buka JobsDB,sebuah situs yang paling dikunjungi buat para pencari kerja.Tak disangka ternyata mengingatkanku pada pengalaman pribadiku dulu.Sebuah alur cerita hidup seorang pencari kerja yang ceritanya seperti sebuah cerita fiktif seperti di sinetron-sinetron yang dibintangkan oleh Nikita Willy,Nabila Syakib atau Cut Tari.
Jadi ceritanya begini,setelah lulus dari Polines beban itu itu mulai muncul.Dulu mungkin awal kita masuk kuliah,kita hanya menganggap bahwa kita jauh dari pengawasan orang tua,kita akan semakin bebas,bebas segala-galanya.Kehidupan kita sudah ada yang nanggung,kita gak perlu pusing-pusing mikirin biaya kuliah (salut buat anda yang mencari biaya kuliah sendiri).Semua mulai terasa setelah acara wisuda selesai,aku mulai berfikir,kapan aku akan seperti ini terus,tangan selalu di bawah menunggu pemberian dari orang tua,habis tinggal minta lagi,begitu seterusnya.Setiap malam datang mata ini susah untuk diajak tidur apabila teringat beban itu ( berawal dari beban itulah akhirnya menjadi sebuah semangat).
Akhirnya aku putuskan untuk tinggal 2 atau 3 bulan lagi untuk tinggal di kota ATLAS dengan tujuan agar akses untuk alamat lebih mudah dijangkau,maklum cah ndeso.Dan dimulailah perjalanan mencari kerjaku,mulai dari internet,kampus dan harian Suara Merdeka dan Solopos,pengin kerja di daerah Semarang dan sekitarnya dulu,jadi harian nasional disingkirkan dulu.Dari lowongan kerja yang ada aku kirim satu persatu,pokoknya never ending posting,hehehhe.Berbagai macam tes aku hadapi dan selalu menthok di tes wawancara (2 kali ditolak dari kota Jakarta,dan tak terhitung berapa kali ditolak di kota lain),kenapa yah?Aku mulai mencari jawaban dari pertanyaan itu,mulai dari bertanya ke orang - orang yang sudah sukses bekerja sampai harus beli buku tips wawancara
.Alhasil aku mendapatkan sebuah kesempatan untuk mempraktekkan tips-tips yang aku dapat,dan tepatnya waktu tes di PT.Enggal Subur Kertas, Kudus. Setelah muter-muter akhirnya di PT inilah aku belajar bekerja untuk pertama kali.Jabatan seorang mekanik multiskill,bisa troubleshooting,machinering,welding,drawing pokoknya everything lah walaupun harus njengking-njengking.Special thanks for teman-teman di PT.ESK.Tetapi aku gak bertahan lama di PT ini cukup 6 bulan ,yah waktu yang cukup cepat apabila orang melihatnya,tapi akan berasa lama bila mengalaminya sendiri.

Cerita selanjutnya adalah setelah keluar dari PT ESK,dimana waktu sehari-hari hanya aku habiskan untuk membantu usaha orang tua,biar tidak terlihat nganggur.Dan,dari kegiatan sehari-hari itulah timbul keinginan untuk menjadi seorang pengusaha mandiri,(peternak dan petani).Dengan modal tabungan yang ada akhinya diputuskan untuk membeli 200 itik,modalnya cukup buat beli itiknya saja,pakan ngutang ortu,tetapi hasilnya gagal,belum dibuka rejekinya kali ya.Kemudian banting setir jadi petani mentimun,setiap hari bawa cangkul dan semprotan obat,masa bodoh dengan omongan tetangga,yang penting kerja halal,bagaimanakah hasilnya?Alhamdulillah,meskipun gak dapat untung tapi balik modal dan yang paling penting dapat ilmu dan pengalaman.
Nah,pasti timbul pertanyaan kenapa bisa gagal ya? kata orang sih jadi petani mentimun itu harus rajin,telaten seperti merawat bayi. Waduh tinggi amat ya ilmunya,rajin udah, telaten,yah mungkin karena sering aku tinggal ke kampus buat liat lowongan kerja.Dan setelah berbagai kegagalan yang aku alami akhirnya datanglah kesempatan untuk bergabung dengan sebuah perusahaan multinasional.Seorang sobatku menelponku untuk ikut tes di perusahaan tersebut,katanya sing penting maju,ditolak wis biasa,ditompo joss.Terima kasih buat Setyawan Taiwan,sales traktor yang biasa jualan traktor panas dan traktor dingin.
Rangkaian tes aku jalani bersama teman-temanku,inilah dilema pencari kerja(harus bersaing mengalahkan teman),dan sampailah tahap ke wawancara.Ketika yang lain ditanyain masalah organisasi,tugas akhir dan sesuatu yang berhubungan dengan kuliah,eh aku malah disuruh menjelaskan bagaimana cara menanam dan memanen tembakau. Dalam batin aku berkata,walah gampang pak,wong aku lahire ning nggalengan hahaha..Setelah aku jelasin ,eh si bapak senyum-senyum saja,apakah ini suatu pertanda?????
Dan memang benar semuanya akhirnya aku diterima di PT.HMS,yah setidaknya masih bertahan sampai saat ini di sini.Memang pengalaman adalah guru yang paling berharga.
Sekian sebuah cerita dari sebuah nama Jokovic Apa Adanya,tetap semangat buat jobseeker,jadilah jobseeker sejati,pantang menyerah,karena kesuksesan akan selalu datang kepada semua orang yang mau berusaha.......